mivadiva – Kalau beberapa tahun lalu dunia fashion dipenuhi pakaian dengan logo besar, motif mencolok, dan desain yang sengaja menarik perhatian, kini arahnya mulai bergeser. Banyak orang justru memilih tampil lebih sederhana, tetapi tetap terlihat elegan. Tren inilah yang dikenal sebagai Quiet Luxury.
Fashion Quiet Luxury bukan berarti memakai pakaian murah atau tampil seadanya. Sebaliknya, gaya ini menonjolkan kualitas material, potongan pakaian yang rapi, serta desain yang timeless tanpa perlu menunjukkan merek secara terang-terangan. Filosofinya sederhana: orang tidak perlu tahu berapa harga pakaian yang dipakai untuk melihat bahwa penampilan tersebut terlihat berkelas.
Popularitas Fashion Quiet Luxury semakin meningkat setelah banyak selebritas, pebisnis, hingga tokoh publik mulai mengadopsi gaya berpakaian yang bersih, minimalis, dan elegan. Ditambah lagi, serial televisi seperti Succession ikut memperkenalkan konsep “old money style” kepada audiens global, sehingga tren ini semakin dikenal luas.
Di era media sosial yang sering dipenuhi tren serba cepat, Fashion Quiet Luxury justru hadir sebagai pendekatan yang lebih tenang dan berorientasi pada kualitas dibanding kuantitas.
Quiet Luxury adalah gaya berpakaian yang mengutamakan kualitas dibandingkan kemewahan yang mencolok.
Dalam konsep ini, pakaian biasanya memiliki desain sederhana, warna-warna netral, bahan premium, dan potongan yang presisi. Tidak ada logo besar, tulisan merek yang mencolok, atau aksesori berlebihan.
Alih-alih menarik perhatian melalui simbol status, Quiet Luxury menampilkan kesan elegan lewat detail kecil seperti kualitas jahitan, tekstur kain, hingga siluet pakaian yang pas di tubuh.
Karena desainnya cenderung klasik, pakaian bergaya Quiet Luxury juga tidak mudah ketinggalan zaman. Banyak item bahkan tetap relevan dipakai bertahun-tahun kemudian.

Salah satu alasan utama adalah munculnya kesadaran bahwa gaya berpakaian tidak harus selalu mengikuti tren yang berganti setiap musim.
Banyak orang mulai memilih membeli pakaian berkualitas tinggi yang bisa dipakai dalam jangka panjang dibanding terus-menerus membeli produk yang cepat rusak hanya karena sedang viral.
Selain itu, meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan atau sustainability juga mendorong perubahan pola konsumsi. Membeli lebih sedikit tetapi memilih produk yang awet dianggap lebih ramah lingkungan dibanding budaya fast fashion.
Media sosial juga berperan besar. Meski paradoks, justru di tengah banjir konten yang serba mencolok, tampilan sederhana dengan kesan elegan terasa lebih menonjol dan autentik.
Ciri Khas Fashion Quiet Luxury
Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah penggunaan warna netral.
Putih, hitam, krem, cokelat, abu-abu, navy, dan olive menjadi pilihan utama karena mudah dipadukan dengan berbagai outfit.
Selain warna, material juga menjadi fokus penting. Katun premium, linen, wol, kasmir, sutra, dan kulit berkualitas sering digunakan karena menawarkan kenyamanan sekaligus daya tahan yang lebih baik.
Potongan pakaian cenderung sederhana namun presisi. Blazer yang pas di badan, kemeja putih berkualitas, celana bahan dengan potongan lurus, atau dress minimalis menjadi item yang sering muncul dalam gaya ini.
Aksesori pun tidak berlebihan. Jam tangan klasik, tas kulit polos, sepatu loafers, atau sneakers berwarna netral lebih dipilih dibanding aksesori yang penuh ornamen.
Quiet Luxury Bukan Harus Pakai Barang Mahal
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah menganggap Quiet Luxury hanya bisa diterapkan jika memakai merek-merek mewah dengan harga puluhan juta rupiah.
Padahal, inti dari gaya ini bukan pada label, melainkan kualitas dan cara berpakaian.
Seseorang tetap bisa menerapkan konsep Quiet Luxury menggunakan merek lokal maupun pakaian dengan harga yang lebih terjangkau selama memilih bahan yang baik, potongan yang rapi, dan desain yang sederhana.
Daripada membeli lima pakaian yang kualitasnya biasa saja, banyak penggemar gaya ini lebih memilih memiliki satu atau dua pakaian yang awet dan mudah dipadukan.
Perbedaan Quiet Luxury dan Old Money Style
Kedua istilah ini memang sering digunakan secara bersamaan, tetapi sebenarnya memiliki sedikit perbedaan.
Old Money Style terinspirasi dari gaya berpakaian keluarga-keluarga kaya lama yang identik dengan pakaian klasik seperti polo shirt, blazer, sweater rajut, loafers, dan celana chino.
Sementara Quiet Luxury lebih luas. Gaya ini tidak terikat pada latar belakang tertentu, melainkan berfokus pada estetika minimalis, kualitas, dan kesan elegan yang tidak mencolok.
Meski berbeda, keduanya sama-sama menghindari penggunaan logo besar dan desain yang terlalu ramai.
Cara Menerapkan Gaya Quiet Luxury
Membangun gaya Quiet Luxury sebenarnya tidak harus dilakukan sekaligus.
Mulailah dengan memilih pakaian dasar berkualitas seperti kaus putih polos, kemeja putih, blazer hitam, celana bahan berwarna netral, atau jeans dengan potongan klasik.
Pilih warna-warna yang mudah dipadukan agar setiap item dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.
Perhatikan juga ukuran pakaian. Outfit sederhana akan terlihat jauh lebih elegan ketika ukurannya pas dengan bentuk tubuh.
Selain pakaian, menjaga kebersihan sepatu, menyetrika pakaian dengan rapi, dan merawat tas atau aksesori juga menjadi bagian penting dari gaya ini.
Quiet Luxury dan Gaya Hidup Minimalis
Quiet Luxury sering dikaitkan dengan gaya hidup minimalis karena keduanya memiliki filosofi yang hampir sama.
Alih-alih memenuhi lemari dengan banyak pakaian, konsep ini lebih mengutamakan koleksi yang benar-benar dipakai dan memiliki kualitas baik.
Pendekatan seperti ini tidak hanya membuat lemari lebih rapi, tetapi juga membantu mengurangi kebiasaan membeli pakaian secara impulsif.
Dalam jangka panjang, banyak orang justru merasa pengeluaran menjadi lebih terkontrol karena tidak terus-menerus mengikuti tren yang cepat berubah.
Apakah Quiet Luxury Akan Bertahan Lama? Banyak pengamat fashion menilai Quiet Luxury bukan sekadar tren sesaat.
Karena mengandalkan desain klasik dan kualitas tinggi, gaya ini memiliki peluang besar untuk tetap relevan dalam jangka panjang.
Bahkan sebelum istilah Quiet Luxury populer, rumah mode seperti Hermès, The Row, Loro Piana, dan Brunello Cucinelli telah lama dikenal mengusung filosofi serupa melalui desain yang sederhana namun menggunakan material premium.
Kini, pendekatan tersebut mulai diadopsi oleh berbagai merek lain, termasuk brand lokal yang menawarkan pakaian minimalis dengan kualitas yang semakin baik.
Quiet Luxury, Elegan Tanpa Perlu Berlebihan
Di tengah dunia fashion yang terus berubah, Quiet Luxury menawarkan perspektif berbeda. Gaya ini mengajarkan bahwa tampil menarik tidak selalu harus penuh logo, warna mencolok, atau mengikuti tren terbaru.
Dengan memilih pakaian berkualitas, desain yang sederhana, serta warna yang mudah dipadukan, siapa pun dapat membangun penampilan yang elegan dan tetap relevan dalam berbagai kesempatan.
Pada akhirnya, Quiet Luxury bukan hanya soal apa yang dikenakan, tetapi juga tentang cara menghargai kualitas, mengurangi konsumsi berlebihan, dan membangun gaya pribadi yang lebih autentik. Di situlah letak daya tariknya—mewah tanpa perlu berusaha terlihat mewah.
Referensi
- Vogue – What Is Quiet Luxury? https://www.vogue.com
- Business of Fashion (BoF) – The Rise of Quiet Luxury https://www.businessoffashion.com
- GQ Magazine – Why Quiet Luxury Is Dominating Menswear and Womenswear https://www.gq.com
- Harper’s Bazaar – Quiet Luxury Fashion Trend Explained https://www.harpersbazaar.com